Dasar Ilmu

Ilmu pengetahuan, atau yang lebih kita kenal dengan knowledge, banyak diantara kita kadang salah dalam memahami ilmu pengetahuan, bahkan tidak memahami asal muasal ilmu pengetahuan.

Pertama kali manusia lahir tanpa tahu sesuatu, dalam ajaran islam bahkan dikatakan bahwa ketika manusia lahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa. inilah yang kemudian menjadi dasar bagi manusia untuk mendari ilmu pengetahuan, baik untuk memperjuangkan hidupnya ataupun ahnya untuk sekedar memilikinya. ada banyak hal dari ilmu pengetahuan yan g sering dilupakan, salah satunay adalah benarkah ilmu yang kita pelajari itu benar-benar ilmu? ataukah hanya sebatas informasi biasa.

kedaua dari manakah asal ilmu itu? bukankah kita sehari-sehari kita berjumpa dengan ilmu atau berita belaka?. ada hal yang menjadi semakin aneh manakala manusia memahami asal atau dasar ilmu sebagai suatu hal yang tak penting, inilah yang kemudian menjadi dasar dari penyalahgunaan dari ilmu.

pada dasarnya semua ilmu yang dipelajari itu baik, hanya saja bagaimana sisi aksiologi dari ilmu itu. dari hal itu saya coba menupas asal muasal ilmu itu. waktu kita lahir kita tak tahu apa-apa, kemudaian di bisikan adzan dan iqamat bagi agama islam, namun bagi agama yang lain silahkan tanya sendiri. ketika menginjak lahir kemudain tumbuh kita dipaksakan untuk mendengar, melihat, mencium merasakan hal yang tak kita ketahui, kemudian menjelang usia baligh, 15 bagi laki-laki dan 9 tahun bagi wanita, kemudian kita mampu menyimpan hasil dari penglihatan, pendengaran dan perasaan kita, kemudian kita menyimpulkan bahwa itu menjadi pengetahuan baru yang menjadi modal dasar bagi terciptanya ilmu di kemudian hari, inilah dasar ilmu, yaitu berdasarkan empiris, ada lagi benarkah yang kita pelajari itu ilmu atau hanya sekedar postulat.

postulat inilah inilah yang kemudian menjadi hasil dari asumsi yang di paksakan dengan aksioma, hasilnya adalah fatwa, sehingga jika kita berbicara kenapa orang eropa lebih berkembang dari sisi pemikiran, maka jawabannya satu karena mereka menggunakan cara berfikir yang beda dengan budaya timur yang anti filsafat. sehingga ketika menerima asumsi tidak lantas menjadikannya sebagai aksioma untuk menentukan kesimpulan tentang ilmu.

Maka dalam hal ini tentu saya akan menyimpulkan dengan mempelajari filsafat kita akan tahu dan bisa dengan mudah memahami ilmu pengetahuan, dan taka akn mudah berasumsi, dan memaksakan asumsi untuk menjadi sebuah aksioma yang kemudian menajdikannya ilmu.

This entry was posted in informasi, politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s