ilmu politik

sistem demokrasi yang digulirkan kaum liberalis, tak ubahnya dua bilah mata pisau yang runcing kebawah tajam keatas, adakah yang salah dengan sistem politik negeara demokrasi?, pertanyaan besar ini terngiang di benak semua orang. apa yang salah dengan sistem politik?

ataukah salah berpolitik sehingga menjadikan seorang menjadi seorang politikus? disadari atau tidak banyak dari kita alergi dengan kata politik, banyak orang akan segera merasa tak enak hati manakala bicara soal politik, atau bahkan meludah mendengar kata politik, ataupun menyebutkan orang lain politikus, padahal dia sendiri sedang bermain politik.

semua itu realitas sekarang, tak bisa ditolak atau diminta lebih dulu, karena semua kita hidup dari sistem politik, hari ini semua ditentukan oleh politik, bahkan ironi jika dahulu aristoteles menerjemahkan politik sebagai suatu sistem atau tatacara mendapatkan tujuan bersama, untuk kepentingan bersama, memiliki sis baik, namun hari ini justru bukan tujuan bersama yang menjadi tujuan, namun keuntungan pribadi, lalu apakah itu politik ataukah serakah?

lalu haruskah kita belajar politik? atau berprilaku politis? maka jawabannya adalah IYA kita harus mempelajari ilmu politik, belajar politik tak mesti harus mengambil jurusan ilmu politik, tentunya yang dibutuhkan adalah keinginan untuk belajar dan mempelajarinya, karena setiap orang memiliki sifat dasar berpolitik, jadi tak ada alasan untuk menolak. sifat dasar itu adalah fitrah manusia sebagai makhluk sosial. dan itu menjadi dasar manusia untuk berpolitis, dalam konotasi positif tentunya.

yang menjadikan konotasi buruk politik adalah prilaku dari politikus yang tidak memahami esensi dan subtansi dari politik itu sendiri, maka jika saya katakan tak ada pengaruh sifat ke zat, maka begitulah seharusnya memaknai politik, pada dasarnya politik itu baik. bahkan jika hari ini realitas semua bdang di susupi politik maka tak salah kita mempelajarinya.

hari ini apa yang tidak ditentukan oleh politik?. harga sembako? harga pakaian? harga mobil? pajak? sekolah? perguruan tinggi? akreditasi? bahkan sampai alqur’an saja di politisasi bukan?

lalu alasan apa kita untuk tidak belajar berpolitik? yang perlu ditekankan adalah penggunaan politik itu sendiri nantinya, maka jika di analogikan, tentang politik dan prilaku politikus seperti ini:

1. benih buah yang baik sudah pasti tumbuh baik daun dan batangnya

2. daun yang baik dikarenakan benih baik

3. daun yang jelek tidak diakibatkan benih yang baik

lihat ketiga analogi diatas, jika kita simpulkan politik itu benih, dan politikus itu sebagai daun, maka

1. politik yang baik selalu mencetak politikus yang baik

2. politikus yang baik dipengaruhi politik yang baik

3. politikus yang buruk tidak di pengaruhi politik yang baik

maka dari itu, mempelajari politik itu baik, adapun ketika jadi politikus maka akan banyak virus mendekati, akan banyak bakteri menggerogoti. maka jalan itu ditentukan politikus itu sendiri. bukan oleh ilmu politik itu sendiri.

This entry was posted in informasi, politik and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to ilmu politik

  1. ambeienlur says:

    Terimakasih infonya. salam kenal dari ane gan n sukses selalu . http://goo.gl/68n86Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s