Mahasiswa dan Kampus

Mahasiswa yang mendapat titel yang sangat luarbiasa tinggi di mata masyarakat, yang melekat dalam simbol kepintaran dan intelektulitas, itu hanya ada pada masa dulu, jika kita lihat historis abad silam yang mendapat titel sarjana atau insinyur hanyalah bagi orang-orang yang benar-benar memiliki kepintaran lebih dan kecerdasan sosial tinggi.

lalu kita buka lembaran abad sekarang, masih pantaskah kalian mahasiswa mendapatkan titel itu semua jika yang kalian bela adalah kepentingan sendiri, masih pantaskah kalian disebut mahasiswa jika yang kalian kejar adalah titel sarjana, masih pantaskah pula kalian di sebut mahasiswa jika kalian masih takut mengkritik kebijakan yang salah? lalu pantaskah pula kalian di sebut mahasiswa jika orientasi kalian adalah nilai IPK tinggi dan pekerjaan?

tak malukah dengan titel mahasiswa jika yang kalian perlihatkan adalah sifat hedonis? masih pantaskah kalian mendapat titel itu? aku sendiri malu jika kelakuanku tak ubahnya anak SD yang ketika di nasihati menangis, ketika ada maunya menangis. aku sendiri malu ketika harus berkata akulah mahasiswa jika aku tak mampu merubah lingkungan ku lebih baik.

aku adalaah mahasiswa jika aku mampu membuktikan bahwa aku punya prestasi akademik dan punya kepekaan sosial. itulah mahasiswa menurutku.

This entry was posted in informatics, politik, Sajak and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s