Cinta, asmara dan gerakan

Semua orang pasti mengalami jatuh cinta, tapi belum tentu memahami gerakan, belum tentu juga paham asmara. tapi itu semua ada dan realitas manusia hari ini, siapa yang pernah menangis karena cinta? siapa yang sedang kasmaran? itu semua retorik buat kita semua.

bicara cinta, asmara dan gerakan mungkin suatu judul yang aneh bagi pembaca yang tak pernah mengalami kegalauan antara hal ini, tapi bagi para aktivis, itu adalah hal yang harus di bahas dan diselesaikan oleh para aktivis, karena ada stigma, dalam dunia gerakan, para aktivis sering terjebak dengan cinta dan asmara. lalu bagaimana itu bisa terjadi?

tulisan ini akan mengungkap bagaimana bisa memaksimalkan diri dalam mengatur energi untuk hal itu. so bagi kalian yang ingin jadi aktivis tapi gk mau ngejomblo harus baca ini.baikalah sob, sekarang pertanyaan pertama dari saya tolong jawab dengan jujur?

1. apakah anda seorang aktivis?atau sedang merintis untuk menjadi seorang aktivis?

2. apkah anda ingin punya pacar? atau masuk jadi aktivis untuk cari pacar/sebaliknya?

cukup 2 pertanyaan itu silahkan jawab dengan jujur. sekarang selanjutnya saya akan coba memberi penjelasan tentang pertanyaan yang sering muncul di masyarakat. kenapa para aktivis lebih memilih jomblo? karena tak ada waktu untuk memikirkan pacar dan lebih memilih banyak rekan daripada pacar itu fakta, karena prinsip aktivis banyak kawan artinya banyak pahala yang bisa didapat, ada pacar ada dosa, sehingga ujungnya aktivis lebih memilih disebut PHP daripada pacaran yang menghabiskan energi untuk hal yang tak berguna. kenapa begitu karena dengan banyak teman para aktivis akan mudah berbaur, ya itulah aktivis yang bercirikan sosialis tidak individulis. so bagi anda yang punya pacar aktivis berhati-hatilah dengan PHP anda…hee. gk semuanya juga, tapi mayoritas sob.

kedua kenapa para aktivis itu lama kuliahnya? itu pertanyaan paling goblok kalau anda bertanya pada aktivis sementara anda bukan aktivis. bagaimana tidak, bagi mereka sang individualis lebih memilih kuliah tepat waktu dapat IPK besar, comloude, setelah dapat gelar jadi penganggguran untuk cari kerja. tapi mayoritas mahasiswa ya itu individualis. sehingga menurut saya kalian para individualis hanya masuk kuliah untuk menjadi kerbau-kerbau kapitalis, bukan menjadikan ilmu kalian sebagai idialis. itupun mayoritas. bagi saya sendiri menjadi aktivis itu adalah suatu fitrah sebagaimana ummat islam jika kalian muslim, seorang menjadi makhluk sosial itu fitrah dan gk bisa di tolak, kalo masih ada yang mengaku individu, bukan manusia. artinya apa, jika seorang muslim hanya berfikir hanya bagi dirinya saja itu bukanlah seorang muslim.

lalu bagaimana tentang cintanya dan asmaranya. kadang bagi para aktivis perkaderan itu dijadikan lumbung juga strategi perekrutan, tapi mestinya hal itu tidak dilakukan. so. silahklan kalian jatuh cinta, atau mencintai, tapi jangan kalo tidak ada tujuan menikahi dengan baik. karena akan mengganggu gerak aktivitas kalian. jika kalian bisa silahkan.tapi sejarah selalu mencatat aktivis tidak didampingi seorang pacar, tapi oleh istri, terkadang istri juga yng menjerat aktivis.

This entry was posted in informatics, politik, Sajak and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s